Sepertinya hari ini bumi sedang bersedih. Sejak pagi, matahari
terus saja bersembunyi di balik awan gelap dan tetesan air hujan senantiasa
menggantikannya. Hari ini merupakan hari digelarnya sebuah aksi menuntut
seorang terduga penista agama. Sebagian manusia negeri ini terlihat kesal dan
marah. Sepanjang jalan terlihat spanduk-spanduk berisi kecaman dan kemarahan.
Ah, nyatanya air hujan yang sudah lama jatuh ini tak mampu meredam api
kemarahan manusia.
Jam pulang kantor masih terlihat padat seperti biasanya. Semua
orang beramai-ramai menuju rumah mereka dengan impian dapat bertemu keluarga
dirumah. Kemacetan, hujan, suara bising kendaraan yang bercampur dengan suara
manusia, serta spanduk-spanduk di sepanjang jalan menjadi pemandangan yang
menemaniku menuju sebuah tempat.
Aku memasuki sebuah restoran jepang yang terletak di pinggir
jalan. Terlihat seorang pramusaji menyambutku dengan menggunakan sapaan khas
jepang. Aku pun membalasnya dengan senyuman sembari melihat dan melambaikan
tangan ke arah mu yang sudah menungguku di sebuah meja. Entah kenapa, rasanya
hari itu aku merasa bahagia.
Memang tak ada yang istimewa dari pertemuan kita hari itu. Hanya
berbicara mengenai kegiatan kita, bercerita hal apapun, sambil
bercanda menertawakan diri masing-masing. Sama seperti hal yang biasa kita
lakukan setiap kali bertemu. Selayaknya teman. Seperti biasa.
Entah apa yang ada dikepalaku hari itu, tapi saat itu juga aku merasa ada yang salah pada pertemuan kita hari itu. Perkenalan kita mungkin adalah sebuah ketidaksengajaan atau memang takdir yang telah menuliskan segalanya. Hingga aku menyadari, bahwa pertemuan kita adalah sebuah kesalahan. Waktu pun tidak pernah berputar kembali. Aku harap, aku tidak menyesal. Ya, hanya aku. Karena hanya aku yang jatuh terlalu jauh.
Entah apa yang ada dikepalaku hari itu, tapi saat itu juga aku merasa ada yang salah pada pertemuan kita hari itu. Perkenalan kita mungkin adalah sebuah ketidaksengajaan atau memang takdir yang telah menuliskan segalanya. Hingga aku menyadari, bahwa pertemuan kita adalah sebuah kesalahan. Waktu pun tidak pernah berputar kembali. Aku harap, aku tidak menyesal. Ya, hanya aku. Karena hanya aku yang jatuh terlalu jauh.

